Namaaz Dining, Tempat Makan Ekslusif Paling Top

Hasil gambar untuk foody.id Namaaz Dining rokok

Restoran Namaaz Dining ini namanya memang cukup asing di telinga masyarakat karena tidak semua orang bisa berkunjung ke restoran ini. Restoran ini tidak bisa didatangi sembarangn dan untuk bisa kesana harus melakukan reservasi terlebih dahulu melalui online. Dan setiap harinya, Namaaz Dining hanya melayani pengunjung sekitar 29 orang saja. Benar-benar seperti restoran privasi yang tidak boleh dikunjungi semua orang.

Ketika memasuki restoran ini, anda akan disuguhi berbagai macam hidangan yang aneh serta unik. Yang pastinya anda akan merasa ragu terlebih dulu untuk memakannya. Pernahkah anda membayangkan untuk memakan karet gelang, pensil dan kertas, busa sabun, batang rokok, hingga laba-laba? Pasti sangat menjijikan memakan benda-benda seperti itu, terlebih lagi rasanya pasti pahit dan tak layak untuk dimakan. Namun di sini, semua benda-benda tersebut bisa anda santap.

Namaaz Dining menggunakan teknik memasak yang dikenal sebagai molecular gastronomy, yaitu dengan memanfaatkan teknologi tinggi yang mencampur bahan kimia berupa nitrogen cair, karbon dioksida, dan berbagai zat kimia lainnya. Teknik memasaknya dengan cara melebur semua bahan makanan agar bisa diubah ke dalam bentuk baru seperti benda-benada yang berada di sekitar kita sehari-hari.

Seperti contoh menu batang rokok yang apabila kita makan ternyata rasanya bukan rasa rokok pahit yang kita bayangkan, melainkan batang coklat. Lalu ada hidangan pot disertai daun kemangi yang dibentuk seperti tanaman asli, yang ternyata adalah tumis oncom bila kita makan. Kemudian ada buah cherry merah yang ternyata adalah kue blackforest yang sudah dimodifikasi bentuknya menjadi buah cherry. Selain itu ada banyak sekali hidangan aneh lainnya.

Lokasi Namaaz Dining berada di area Senopati dekat dengan Laboratorium Prodia. Menikmati hidangan aneh di restoran ini dapat menghabiskan uang sebanyak 2.000.000 rupiah untuk 2 orang! Harga yang benar-benar di luar jangkauan sekali, tak heran bila hanya sedikit orang yang bisa menikmati hidangan di restoran ini. Karena makanan ini dibuat dengan teknologi kimia yang modalnya sangat mahal sehingga harga makanannya juga mahal.